Tampil dengan 10 pemain di hampir sepanjang 45 menit babak kedua bukan halangan bagi
Manchester United, juara Liga Champions Eropa, untuk mengandaskan perlawanan juara Libertadores, LDU Quito (Ekuador), di babak final Piala Dunia Antarklub 2008 yang digelar di International Stadium, Yokohama, Jepang, Minggu (21/12). MU unggul 1-0 (0-0) berkat gol tunggal
Wayne Rooney di menit ke-73 babak kedua. Gol ini membuat Rooney menjadi top skorer turnamen (3 gol) sekaligus dinobatkan sebagai Pemain Terbaik.
Dengan hasil ini, MU mengulang keberhasilan serupa yang diraih Roy Keane dkk saat berjumpa dengan Palmeiras di Intercontinental Cup 1999 yang berlangsung di National Stadium, Tokyo, 30 November 1999. MU menjadi klub Eropa kedua yang mengangkat trofi Piala Dunia Antarklub setelah AC Milan melakukannya di tahun lalu saat menundukkan Boca Juniors 4-2 lewat adu penalti, 16 Desember 2007.
Di partai pamungkas, Sir Alex Ferguson mengubah formasi dari skuad yang diturunkannya di laga semifinal melawan Gamba Osaka. Wayne Rooney dan Carlos Tevez kembali diduetkan di lini depan. Michael Carrick berfungsi sebagai
playmaker didampingi Anderson, dan dua
winger, Cristiano Ronaldo dan Park Ji-Sung. Di lini belakang, Rafael da Silva diberi kepercayaan menjadi
starter menggantikan Gary Neville. Di lain pihak, dalam laga terakhirnya sebagai pelatih LDU Quito, pelatih Edgardo Bauza (Argentina)—bakal digantikan Jorge Fossati per tahun 2009—tetap menurunkan
the winning team saat mengalahkan Pachuca.
Sejak
kick-off babak pertama dibunyikan wasit Ravshan Irmatov (Uzbekistan), MU tampil agresif. Kurang dari dua menit, Irmatov merogoh sakunya guna mengeluarkan kartu kuning kepada striker asal Argentina, Claudio Bieler yang menyikut Ronaldo. Di menit kelima, di tengah-tengah serbuan MU, LDU Quito mendapat peluang emas. Berawal dari
free-kick Alejandro Damian Manso, bola bergulir di depan gawang MU. Tak satu pun defender MU yang bergerak mengantisipasinya. Bola berusaha dicocor Jairo Campos. Sayang, meski dari jarak dekat, tendangan Campos melebar di sisi kiri gawang Edwin van der Sar.
Di menit ke-10, giliran MU yang mendapat peluang. Umpan panjang Nemanja Vidic berhasil diteruskan Rooney lewat tembakan kerasnya yang tepat mengarah ke gawang LDU Quito. Bola masih dapat diblok Jose Cavallos. Lima menit kemudian, lagi Rooney mendapat peluang. Umpan lambung Carrick dihalau Diego Calderon. Bola liar disambar Rooney. Tendangan
volley-nya masih dapat ditip Cevallos, kiper veteran asal Ekuador tersebut.
Pertandingan memasuki menit ke-20. MU mendapat peluang terbaik lewat cara yang baik pula. Bermula dari akselerasi Ronaldo, umpan silangnya ke kotak penalti dapat disambut Tevez. Sayang, sundulan Tevez masih dapat ditangkap Cevallos. Dua menit kemudian, Rooney yang sedang mengincar gol tambahan guna membuatnya nangkring di posisi top skorer kembali mendapat peluang emas. Umpan lambung Anderson menerobos pertahanan LDU Quito. Rooney berhasil mengejarnya. Namun, tendangan lobnya masih terlalu tinggi dan bersarang di jala bagian atas gawang Cevallos.
Di menit ke-35, lagi Cevallos membuat penyelamatan gemilang. Kerja sama manis diperagakan Rooney, Tevez, dan Ji-Sung. Umpan Rooney disambut Ji-Sung. Tendangan mantan winger PSV Eindhoven itu masih dapat diblok Cevallos. Memasuki lima menit terakhir babak pertama, MU mengurung gawang LDU Quito. Sepakan Tevez memanfaatkan umpan Rooney hanya tepat mengarah dalam pelukan Cevallos. 30 detik kemudian, sepakan Rooney, kali ini memanfaatkan umpan Ronaldo, arahnya juga terlalu mudah untuk dibaca Cevallos. Peluang terbaik MU didapat di injury time, ketika tendangan Ji-Sung masih melebar. Sampai jeda tiba, skor masih tetap 0-0.
Di awal babak kedua, LDU Quito berupaya mengambil inisiatif permainan. Memasuki menit ke-48, drama terjadi ketika wasit Irmatov mengeluarkan kartu merah langsung kepada bek tengah MU asal Serbia, Nemanja Vidic, yang menyikut muka Bieler. Tevez jadi tumbal dan terpaksa ke luar lapangan untuk digantikan Jonny Evans. Ferguson pun mengubah formasi tim, dengan menugaskan Ronaldo sebagai striker dan menarik Rooney untuk berfungsi sebagai pemain sayap kiri.
Unggul jumlah pemain membuat LDU Quito mengendalikan jalannya permainan dan berusaha keras menciptakan peluang lewat akselerasi Manso, Bieler, dan Campos. Sayang, lini tengah dan belakang MU tampil solid. Bahkan, di menit ke-52, MU mempunyai peluang emas. Ronaldo mendapat bola liar. Sayang, meski telah berada di kotak 16 meter, Ronaldo justru menyodorkan bola kepada rekannya Evra. Sayang, bola terlalu lemah dan dapat dikuasai Norberto Araujo. Tiga menit kemudian, tendangan Ronaldo masih dapat ditangkap Cevallos.
LDU Quito baru mendapat peluang emas di menit ke-63 ketika tembakan Manso secara luar biasa dapat ditip Van der Sar. Tiga menit kemudian, mantan kiper Fulham itu pun masih dapat mengantisipasi dengan jitu sepakan Araujo. Di saat LDU Quito asyik menyerang, MU berhasil mencetak gol lewat sepakan terarah Rooney. Gol ini tercipta berkat kerja sama apik antara Carrick dan Ronaldo. Umpan Ronaldo diselesaikan Rooney. Bola yang mengarah ke sudut kiri gawang LDU Quito tak mampu diselamatkan Cevallos. 1-0 untuk MU.
Sejak itu, praktis permainan menjadi milik LDU Quito yang ngotot mengejar gol balasan. Namun, hanya satu peluang yang tercipta, lagi-lagi lewat Manso. Tendangan kerasnya di menit ke-89 masih dapat ditip Van der Sar. Dalam tiga menit injury time, MU berhasil mempertahankan kedudukan. Skor 1-0 berakhir sampai bubaran.
Susunan Pemain:
LDU Quito:
Cevallos (KK), N-Araujo, Calle (KK, Ambrosi), Bolanos (Navia), Urrutia, Reasco (Larrea), Calderon, W-Araujo (KK), Bieler (KK), Manso, Campos (KK).
MU:
Van der Sar, Rafael (Neville), Vidic (KM), Ferdinand, Evra, Ji-Sung, Carrick, Anderson (KK, Fletcher), Ronaldo, Rooney, Tevez (Evans).
Wasit: Ravshan Irmatov
dikutip dari www.liputanbola.comGo...Go...RED DEVILS !!!